Friday, September 5, 2014

Hukum Berbicara Dengan Menggunakan Ayat-Ayat Al Qur'an (bagian 2)




HUKUM BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN AYAT-AYAT AL QUR'AN



Bagian Kedua - Lanjutan pertama


Kemudian saya menderumkan ontaku (agar wanita tersebut bisa naik). Lalu sebelum dia naik,


Dia berkata kepadaku:


{قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ}


"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya…" [QS. An Nuur: 30]


Saya pun menundukan pandanganku darinya. Saya katakan padanya: "Naiklah sekarang!". Tatkala dia ingin naik di atas onta, tiba-tiba saja onta tersebut berjalan, sehingga terjatuhlah wanita tersebut dan terkoyaklah bajunya.


Dia berkata:


{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ}


"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri…" [QS. Asy Syuura: 30]


Saya katakan padanya: "Bersabarlah! jangan engkau naik dahulu sampai saya selesai mengikatnya." Dia pun berkata:


{فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ}


"maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)." [QS. Al Anbiya: 79]


Setelah saya selesai mengikat ontaku, maka saya katakan padanya: "Sekarang engkau bisa naik kembali!". Ketika dia telah naik di atas onta, dia berkata:


{سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ (13) وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ (14)}


"Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami." [QS. Az Zukhruf: 13-14]


Saya pun kemudian mengambil tali kekang ontaku dan saya hentakan agar jalannya lebih cepat sambil saya berteriak-teriak.


Melihat seperti itu, dia berkata:

Hukum Berbicara Dengan Menggunakan Ayat-Ayat Al Qur'an (bagian 1)




HUKUM BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN AYAT-AYAT AL QUR'AN



Bagian Pertama


Permasalahan ini, mengingatkan saya pada seorang anak yang disebut oleh orang-orang sebagai anak ajaib. "Kenapa kok ajaib?" kata mereka, karena anak ini jika ditanya atau diajak bicara maka jawaban yang keluar dari lisannya adalah ayat-ayat Al Qur'an yang cocok dengan pembicaraan. Sebagian orang yang pernah saya dapatkan juga pernah melakukan hal yang demikian, ketika diajak bicara maka yang diucapkan olehnya ayat-ayat Al Qur'an yang sesuai dengan pembicaraan.


Contohnya ketika ditanya: "Siapakah namamu?" dia menjawab:


{إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا}


"Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia." [QS. Maryam: 7]


Sebelum kita bahas hukum permasalahan ini, saya ingin menceritakan sebuah kisah yang unik dan masyhur di kalangan Arab, yaitu kisah Ibnul Mubarak_rahimahullah dengan seorang wanita tua yang selalu ketika diajak bicara maka yang keluar dari lisannya hanyalah ayat-ayat Al Qur'an saja.


Mari kita simak kisahnya berikut ini!


Berkata Abdullah Ibnul Mubarak_rahimahullah: "Ketika Saya meninggalkan rumah untuk menunaikan ibadah haji dan mengunjungi makam Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Tiba-tiba ketika ditengah-tengah perjalanan, saya melihat sesuatu yang hitam. Setelah terlihat jelas, ternyata dia seorang wanita tua yang sedang duduk dengan mengenakan pakaian dan khimar (penutup kepala) yang terbuat dari kain wool."

Monday, September 1, 2014

Kado Pertama : Fatwa-Fatwa Seputar Perhiasan Wanita

FATWA-FATWA SEPUTAR PERHIASAN WANITA






AL FATWA FI ZIINAH BINTU HAWA



Karya: Ummu Salamah As Salafiyah Al 'Abbasiyah hafizhahallahu ta'ala


{وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌَ}


 "DAN PAKAIAN TAQWA ITULAH YANG PALING BAIK"


Telah kita ketahui dari pembahasan yang telah lalu bahwa asal perhiasan adalah perkara yang disyari'atkan oleh agama kita yang lurus. Akan tetapi hendaknya kita memperhatikan bahwa disana terdapat perhiasan yang tampak (zhahir) – dan ini yang menjadi tema kita - dan perhiasan yang tidak tampak (bathin) dan ini yang paling penting.


Maka janganlah kita tersibukkan dengan yang penting dari yang terpenting. Perbaikan bathin dialah yang terdapat padanya keselamatan dunia dan akhirat.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


{يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ}


Artinya: "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah sebagai perhiasan, namun pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat" [Al a'raf: 26].


Berkata Imam Asy Syaukani rahimahullah dalam tafsirnya [2/204]:


"Yang dimaksud dengan pakaian taqwa adalah pakaian wara' dan menghindari kemaksiatan kepada Allah, menjaga dirinya dan takut kepada Allah, yang demikian itu adalah pakaian yang paling baik dan perhiasan yang paling indah".


Kado Permata Muslimah : Fatwa-Fatwa Seputar Perhiasan Wanita

FATWA-FATWA SEPUTAR PERHIASAN WANITA






AL FATWA FI ZIINAH BINTU HAWA



Karya: Ummu Salamah As Salafiyah Al 'Abbasiyah hafizhahallahu ta'ala


MUQADDIMAH


Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah, kita memuji-Nya, meminta tolong kepada-Nya, memohon ampunan-Nya dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberikan petunjuk kepadanya.


Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang haq untuk disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya,


Amma ba'du;


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


{قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ}


"Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui". [Al A'raf: 32]


Doa Kedua Orang Tua Terkabulkan

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau telah bersabda:




"Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: Isa bin Maryam, dan bayi dalam perkara Juraij." Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadahan dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; "Wahai Juraij!"


Juraij berkata dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi panggilan ibuku ataukah melanjutkan shalatku?" Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.


Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat. Kemudian ibunya memanggilnya; "Wahai Juraij!"


Kata Juraij dalam hati; "Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku?" Lalu Juraij tetap meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.


Terbunuhnya Salah Satu Tokoh Yahudi Ka'ab bin Al Asyraf

Dari Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapakah diantara kalian yang sanggup membunuh Ka'ab bin Al Asyraf? Sebab dia telah menyakiti Allah dan melukai Rasul-Nya."




Maka Muhammad bin Maslamah berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah, setujukah anda jika aku yang akan membunuhnya?"


Beliau menjawab: "Ya."


Muhammad bin Maslamah berkata: "Tetapi, izinkanlah aku terlebih dahulu untuk mengatakan sesuatu kepadanya."


Beliau bersabda: "Silahkan!"


Kemudian Maslamah pergi mendatangi Ka'ab,lalu dia berkata: "Sesungguhnya laki-laki itu (maksudnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -pent) telah meminta sedekah kepada kami padahal kami dalam keadaan susah, oleh karena itu aku datang kepadamu untuk berhutang."


Ka'ab berkata: "Dan juga - demi Allah - kalian akan bosan kepadanya."

Kecintaan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Kepada Kaum Anshar

Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; "Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagi-bagikan (harta fai`) kepada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah arab, sedangkan orang-orang Anshar tidak mendapatkan apa-apa, maka dalam hati mereka pun muncul kemarahan hingga banyak ucapan-ucapan yang tidak enak keluar. Sampai-sampai salah seorang dari mereka berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bertemu dengan kaumnya!"




Maka Sa'd bin Ubadah menghadap Rasulullah seraya berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya timbul di dalam hati penduduk wilayah ini (Anshar) kemarahan kepadamu, karena keputusan yang engkau buat berkenaan dengan harta fai` yang engkau dapat, engkau telah membagi-bagikan kepada kaummu dan memberikan kepada kabilah-kabilah arab dengan pemberian yang banyak, sedang penduduk wilayah ini tidak mendapatkan apa-apa, "


Beliau bersabda: "Lalu dalam masalah ini engkau sendiri bagaimana wahai Sa'd?" Sa'd berkata; "Wahai Rasulullah, aku hanyalah bagian dari kaumku."


Beliau bersabda: "Kumpulkanlah kaummu untuk menghadapku di tempat ini."